Label

Kamis, 13 Desember 2012

HIKAYAT



Hikayat Si Miskin

Karena sumpah Batara Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya bibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin.
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin, “Diamlah. Tuan jangan menangis. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, Kakanda berikan kepada tuan.”
Si Miskin pergi ke pasar, pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan, pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimakannya mangga itu.
Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang.
Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya. Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian, lahirlah anaknya yang kedua, perempuan, bernama Nila Kesuma.
Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari dan menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah.
Ketika Maharaja Indera Angkasa akan mengetahui pertunangan putra-putrinya, dicarinya ahli-ahli nujum dari Negeri Antah Berantah.
Atas bujukan jahat dari raja Antah Berantah, oleh para ahli nujum itu dikatakan bahwa Marakarmah dan Nila Kesuma itu kelak hanyalah akan mendatangkan celaka saja bagi orangtuanya.
Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Maka, dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu.
Tidak lama kemudian sepeninggal putra-putrinya itu, Negeri Puspa Sari musnah terbakar.
Sesampai di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan. Waktu mencari api ke kampung, karena disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak, kemudian dilemparkan ke laut. Nila Kesuma ditemui oleh Raja Mengindera Sari, putera mahkota dari Palinggam Cahaya, yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai.
Akan nasib Marakarmah di lautan, teruslah dia hanyut dan akhirnya terdampar di pangkalan raksasa yang menawan Cahaya Chairani (anak raja Cina) yang setelah gemuk akan dimakan. Waktu Cahaya Chairani berjalan –jalan di tepi pantai, dijumpainya Marakarmah dalam keadaan terikat tubuhnya. Dilepaskan tali-tali dan diajaknya pulang. Marakarmah dan Cahaya Chairani berusaha lari dari tempat raksasa dengan menumpang sebuah kapal. Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada Cahaya Chairani, maka didorongnya Marakarmah ke laut, yang seterusnya ditelan oleh ikan nun yang membuntuti kapal itu menuju ke Palinggam Cahaya. Kemudian, ikan nun terdampar di dekat rumah Nenek Kebayan yang kemudian terus membelah perut ikan nun itu dengan daun padi karena mendapat petunjuk dari burung Rajawali, sampai Marakarmah dapat keluar dengan tak bercela.
Kemudian, Marakarmah menjadi anak angkat Nenek Kebayan yang kehidupannya berjual bunga. Marakarmah selalu menolak menggubah bunga. Alasannya, gubahan bunga Marakarmah dikenal oleh Cahaya Chairani, yang menjadi sebab dapat bertemu kembali antara suami-isteri itu.
Karena cerita Nenek Kebayan mengenai putera Raja Mangindera Sari menemukan seorang puteri di bawah pohon beringin yang sedang menangkap burung, tahulah Marakarmah bahwa puteri tersebut adiknya sendiri, maka ditemuinyalah. Nahkoda kapal yang jahat itu dibunuhnya.
Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala.
Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani).
Akhirnya, Marakarmah pergi ke negeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya.

Sinopsis :
Setelah Raja Keindraan terkena kutukan oleh Batara Indra, Dia dan istrinya jatuh miskin.Dan saat itu dia dipanggil Si Miskin.Si Miskin dan Istrinya diusir dan dimusuhi oleh penduduk daerah Antah Berantah.Dan mereka akhirnya pergi meninggalkan daerah Antah Berantah tersebut.Pada saat istri si Miskin mengandung 3 bulan, Dia mengidamkan buah mempelan di sekitar istana raja.Tanpa disangka, raja memberikan buah itu sukarela.Dan pada suatu saat lahirlah anak dari Si Miskin.Saat si Miskin menggali tanah untuk membuat tenda, dia menemukan mahkota raja.Dan pada saat itu terciptalah kerajaan Puspa Sari yang dipimpin oleh si Miskin.Beberapa bulan kemudian istri si Miskin melahirkan anak kedua.Kerajaan Puspa Asri bertambah Jaya.Raja Antah berantah iri dan dengan siasat jahatnya dia berhasil membuat kedua anak si Miskin diusir.Setelah berpuluh-puluh tahun berpisah, akhirnya keduanya kembali bertemu dan akhirnya keduanya hidup damai,tapi sekarang Si Miskin kembali Miskin





UNSUR  INSTRINSIK :
1.     Tema        : Perjalanan Hidup
2.     Alur            : Maju

Tahapan Alur:
A.    Pengenalan :
·         Karena sumpah Batara Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya bibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin.(Pada paragraph 1)
B.     Muncul Konflik :
·         Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari dan menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah.(Pada paragraph 7)
C.     Ketegangan :
·         Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Maka, dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu.(Paragraf 9)
·         Tidak lama kemudian sepeninggal putra-putrinya itu, Negeri Puspa Sari musnah terbakar.(Paragraf 10)
·         Sesampai di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan. Waktu mencari api ke kampung, karena disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak, kemudian dilemparkan ke laut. Nila Kesuma ditemu oleh Raja Mengindera Sari, putera mahkota dari Palinggam Cahaya, yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai.(Paragraf 11)
Penyelesaian :
·         Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala.Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani). (Paragraf 15)
·         Akhirnya, Marakarmah pergi ke negeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya. (Paragraf 16)

3.     Penokohan              :           a. Protagonis     : Maharaja Indra Angkasa
b. Antagonis     : Maharaja Indra Dewa
c. Tritagonis     : Marakarmah

4.  Perwatakan               :
1.     Maharaja Indera Angkasa (Si Miskin) : Sabar, adil, pemurah, mudahterpengaruh.
2.     Tuan Putri Ratna Dewi : Baik, penyayang
3.     Maharaja Indera Dewa (raja Antah Berantah) : Iri hati, jahat, licik.
4.      Nila Kesuma : Patuh pada orangtua 
5.      Marakarmah : Patuh pada orangtua, bijaksana.
6.     Cahaya Chairani : Baik hati
7.     Nenek Kebayan : Baik hati, penolong, penyayang.
8.     Nahkoda kapal : Jahat

5. Setting/ Latar :
A.             Setting Tempat :
- Negeri Antah Berantah,
·         ..... dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. (Paragraf 2)
- Di hutan,
·         Sesampai di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin. (Paragraf 11)
·         Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki.(Paragraf 2)
- Di Pasar,
·         Si Miskin pergi ke pasar, pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. (Paragraf 4)
- Negeri Puspa Sari,
·         Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya. Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Negerinya diberi nama Puspa Sari.(Paragraf 6)
- Di lautan,
·         Akan nasib Marakarmah di lautan, teruslah dia hanyut dan akhirnya terdampar di pangkalan raksasa yang menawan Cahaya Chairani (anak raja Cina) yang setelah gemuk akan dimakan. (Paragraf 12)
- Di tepi pantai pulau raksasa,
·         Waktu Cahaya Chairani berjalan –jalan di tepi pantai, dijumpainya Marakarmah dalam keadaan terikat tubuhnya. Dilepaskan tali-tali dan diajaknya pulang. (Paragraf 12)
- Di kapal,
·         Marakarmah dan Cahaya Chairani berusaha lari dari tempat raksasa dengan menumpang sebuah kapal. Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada Cahaya Chairani, maka didorongnya Marakarmah ke laut….(Paragraf 12)
- Negeri Palinggam Cahaya,
·         Akhirnya, Marakarmah pergi ke negeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di         Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi r        aja di Palinggam Cahaya. (Paragraf 16)

B.             Setting Suasana :
- Tegang, mencekam dan ketakutan,
·         Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. (Paragraf 2)
·         Setelah ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan, pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam.(Paragraf 4)
·         Waktu mencari api ke kampung, karena disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak, kemudian dilemparkan ke laut.(Paragraf 11)
- Bahagia,
·         Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih saying.(Paragraf 5)
·         Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya. Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian, lahirlah anaknya yang kedua, perempuan, bernama Nila Kesuma.(Paragraf 6)
- Menyedihkan,
·         Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. (Paragraf 2)

c. Setting Waktu : Malam, siang
·         Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.(paragraf 2)

6. Sudut Pandang Pengarang : Orang ketiga, karena pengarang hanya berperan sebagai
  pengantar cerita.
·         Karena sumpah Batara Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya bibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin.(Pada paragraph 1)
·         Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya.(Paragraf 3)

7. Gaya Bahasa : Melayu Klasik
        
·         . Tuan jangan menangis. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. (Paragraf 3)
·         Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. (paragraf 6)

8. Amanat :
-  Janganlah mudah terpengaruh dengan kata-kata oran lain.
-  Hadapilah semua rintangan dan cobaan dalam hidup dengan sabar dan rendah hati.
-  Jangan memandang seseorang dari tampak luarnya saja, tapi lihatlah ke dalam hatinya.
-  Hendaknya kita dapat menolong sesama yang mengalami kesukaran.
-  Janganlah kita mudah menyerah dalam menghadapi suatu hal.


NILAI-NILAI DALAM HIKAYAT SI MISKIN
  1. Nilai Moral
- Kita harus bersikap bijaksana dalam menghadapi segala hal di dalam hidup kita.
- Jangan kita terlalu memaksakan kehendak kita pada orang lain.
- Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.
- Jangan mudah iri kepada orang lain, karena hal tersebut dapat mendorong kita untuk berbuat hal yang tidak baik.
  1. Nilai Budaya
- Sebagai seorang anak kita harus menghormati orangtua.
- Hendaknya seorang anak dapat berbakti pada orang tua.
- Seorang anak hendaknya dapat membahagiakan orangtuanya.
  1. Nilai Sosial
- Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.
-  Hendaknya kita mau berbagi untuk meringankan beban orang lain.
-  Seorang pemimpin harus memiliki sikap adil dan pemurah kepada rakyatnya.
  1. Nilai Relligius
-  Jangan mempercayai ramalan yang belum tentu kebenarannya.
-  Percayalah pada Tuhan bahwa Dialah yang menentukan nasib manusia.
- Hendaknya kita selalu berdoa dan mendekat pada Tuhan di dalam segala hal yang kita alami dalam hidup kita.
  1. Nilai Pendidikan
-  Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.
- Sebagai seorang anak kita harus menghormati dan berbakti pada orangtua dan dapat membahagikan orangtua kita.

UNSUR EKSTRINSIK
  1. Latar belakang penulis :  
   a. Seorang raja lebih mempercayai hasil ramalan seorang ahli nujum
Bukti :
·         Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Maka, dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu.(paragraf 9)
2.     Seseorang yang sangat miskin, akan diusir dan dibenci masyarakat
Bukti :
·         Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya (paragraf 2)
3.     Jaman dahulu, jika ada pencuri, maka akan dikeroyok warga
Bukti :
·         Waktu mencari api ke kampung, karena disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak,(paragraf 11)


Sabtu, 13 Oktober 2012

sel



TEORI SEL

SEL adalah satuan unit terkecil dari kehidupan;
  • Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong", setelah ia mengamati sayatan gabus ( pohon Quercus suber) dengan mikroskop.
  • Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma.
  • Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma

Pemanasan global (Global Warming)



Pemanasan global (Global Warming) 

pemanasan global


Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

KERAJAAN BALI




SUMBER-SUMBER SEJARAH
Sumber sejarah yang menjelaskan keberadaan kerajaan Bali adalah sebagai berikut:
1. Kitab sejarah Dinasti tangkuna
2. Cap kecil dari tanah liat
Isi : Mantra-mantra atgam Budha dalam bahasa Sangsekerta.
3. Prasasti Pjengyang (875 Saka)
Isi : Nama Sri (Wali) Lipuram yang berarti sebuah kerajaan di Pulau Bali.
4. Prasasti Belanjong (Sanur,885 Saka)
Isi : Menyebut nama Raja Kesariwarmadewa
5. Prasasti yang berangka tahun 837, 888 Saka
Isi : menyebutkan nama raja Ugrasena’/Sang Ratu Sri Ugrasena, dan menyebutkan Panglapuan di Singhamandawa
6. Prasasti yang berangka tahun 1010, 1020, 1023 Saka
Isi : menerangkan masa pemerintahan Ratu Sri Maharaja Sri Sakalendukirana Isyana Gunadharma Lekasmidhara Wijayatunggadewi (ditafsirkan sebagai wangsakerta/pendiri dinasti) setelah dinasti warmadewa yang kemudian ditafsirkan dinasti Sakelendukirana).

Jumat, 12 Oktober 2012

10 stadion terbesar di Indonesia

di negara-negara besar, sudah wajar terjadi persaingan dalam merancang dan membangun gedung-gedung yang besar dan luas, tak terkecuali alam hal pembangunan stadion. Di negara-negara eropa yang memiliki kualitas olahraga -khususnya sepakbola- yang tinggi, pembangunan stadion yang besar sudah menjadi salah satu ciri khas mereka, lihat saja contohnya seperti Old Trafford, Camp Nou, Santiago Bernabeu, dsb.

Indonesia juga tidak mau ketinggalan, meskipun saat ini kualitas persepakbolaan dan olahraga Indonesia masih bisa dibilang akan terus berkembang, mereka masih tetap mengupayakan perkembangan olahraga dengan membangun sarana yang memadai. Salah satu hal yang dibuktikan adalah dengan dibangunnya stadion-stadion besar dan megah.

Inilah 10 Stadion terbesar se-Indonesia :
1. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)

sejarah april mop


April Mop yang jatuh setiap tanggal 1 April, yakni hari dimana penipuan dan bohong dilegalkan juga d maklumkan, anda dibebaskan secara tradisi untuk berdusta demi mengerjai teman anda – dan teman anda seharusnya tidak boleh marah.


 Banyak catatan yang mengenai April Mop, namun di temukan kesimpang siuran mengenai asal muasal tradisi melegalkan kebohongan ini! Karena tidak jelas siapa yang memulainya dan tiap negara punya versi sendiri Sejarah April Mop.

 Menurut Asal Usul, bahwa tradisi April Mop atau April Fools Day telah di kenal di negeri Perancis pada tahun 1582, pada pemerintahan Raja Charles IX. Kejadian ini bermula di saat Paus Gregory XIII melakukan modifikasi terhadap penanggalan, yakni semula 1 tahun adalah 10 bulan, diubah olehnya menjadi 12 bulan hingga seperti sekarang. 


Namun tidak semua masyarakat Perancis saat itu setuju dengan perubahan Paus Gregory lakukan, sebagian dari mereka tetap merayakan tahun baru dimulai pada tanggal 25 Maret hingga puncaknya tanggal 1 April. Dan tindakan mereka, di cemooh oleh masyarakat lain yang setuju perubahan tersebut, dan mengerjai mereka, dengan memberi undangan palsu dan alamat palsu Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan Matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret). 


Namun menurut situs EraMuslim, tradisi April Mop bermula dari pembantaian kaum Muslim Granada di Spanyol oleh pasukan Salib. Saat itu Granada merupakan daerah terakhir di Spanyol yang di taklukan oleh pasukan Salib. 


Setelah seluruh Granada terkepung dan di duduki, sipil Muslim bertahan dan bersembunyi di rumah mereka masing-masing. Kemudian tentara Salib mengumumkan bahwa mereka akan membiarkan seluruh Muslim Granada keluar dari Spanyol dengan menaiki kapal-kapal yang telah mereka siapkan di pelabuhan. Singkat cerita sebagian besar Muslim Granada mempercayai janji itu, dan mereka keluar dari rumah-rumah mereka beriringan menuju pelabuhan, sesampainya di pelabuhan, ternyata kapal-kapal yang di janjikan di tenggelamkan oleh pasukan Salib lalu seluruh kaum Muslim yang berjumlah ribuan orang di bantai habis berserta Muslim lain yang bertahan di rumah-rumah mereka yang dibakar.

LAPORAN PRAKTIKUM DIFUSI DAN OSMOSIS



A.   DIFUSI

Tujuan praktikum     : Mengamati dan mempelajari proses difusi.
Landasan teori         : perpindahan molekul terlarut dari konsentrasi tinggi (hipertonik) ke konsentrasi rendah (hipotonik) hingga mencapai konsentrasi yang seimbang (isotonis).
Ø  Alat dan bahan        :
ü  Gelas ukur 200ml                     2 buah
ü  Air                                            200ml
ü  Pipet                                        1 buah
ü  Stopwatch                                2 buah
ü  Alat pengaduk                         1 buah
ü  Larutan biru mentilen           :   3 tetes


Ø  Cara kerja
                      i.        Mengisi gelas beker dengan air sebanyak 200 ml
                    ii.        Meneteskan larutan biru mentilen ke dalam beker gelas, amati penyebaran warnanya lalu hitung waktunya.

                   iii.        Melakukan lagi percobaan diatas dengan cara setelah meneteskan larutan langsung di aduk