Label

Jumat, 12 Oktober 2012

Bawang Merah, Struktur Sel dan Manfaatnya



Bawang merah (Allium cepa) adalah sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan Asia Tenggara dan dunia. Orang Jawa mengenalnya sebagai brambang. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi, meskipun beberapa tradisi kuliner juga menggunakan daun serta tangkai bunganya sebagai bumbu penyedap masakan. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah dan Asia Tenggara.

Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil dan dibagian tengah menggembung, bentuknya seperti pipa yang berlubang didalamnya. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30-50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Bakal buah sebenarnya terbentuk dari 3 daun buah yang disebut carpel, yang membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap ruang tersebut terdapat 2 calon biji.Buah berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bentuk biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generatif.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Asparagales
Famili: Amaryllidaceae
Genus: Allium
Spesies: A.cepa
Manfaat
Pada umumnya, masakan Indonesia berupa soto dan sup menggunakan bawang merah goreng sebagai penyedap sewaktu dihidangkan. Bawang merah goreng adalah bawang merah yang diiris tipis dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Selain untuk penyedap sebuah masakan, bawang merah juga bisa digunakan untuk mengobati batuk, menyembuhkan sakit kepala, melancarkan buang air besar, mengatasi haid tidak teratur, demam pada anak, perut kembung pada anak, menyembuhkan penderita asma, menurunkan tekanan darah dan kadar lemak dan mengobati wasir.
Bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Selain itu, bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin.
Dari hasil penelitian Farmasi – UI, ternyata ekstrak umbi bawang merah dengan dosis 250 mg/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 23,46%, pada pemberian tolbutamid dosis 250 mg/kg bb secara oral, menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 22,21%, dan pemberian air suling dengan takaran 5 ml/kg bb secara oral menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 3,00%.
Menurut Food and Nutrition Research Center (1964), senyawa fitokimia yang terdapat dalam bawang merah adalah allisin, aliin, allil propil sulfida, asam fenolat, asam fumarat, asam kafrilat, floroglusin, fosfor, fitosterol, flavonol, flavonoid, kaempfenol, kuersetin, kuersertin glikosida, pektin, saponin, sterol, sikloaliin, triopropanal sulfoksida, propil disulfida, dan propil-metil disulfida.
Bawang merah segar dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL sebesar 30%. Senyawa allisin dan aliin juga berfungsi sebagai antiseptik. Kedua senyawa itu diubah oleh enzim allisin liase menjadi asam piruvat, amonia, dan allisin antimikrob yang bersifat bakterisidal.
Flavonoid yang terdapat pada bawang merah bersifat antiinflamasi, jadi bisa digunakan untuk menyembuhkan hepatitis, atritis, tonsilitis, dan bronkhitis. Sedangkan flavonol pada bawang merah bersama kuersetin dan kuersetin glikosida memiliki efek farmakologis sebagai bahan antibiotik alami atau natural antibiotic. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan virus, bakteri, maupun cendawan. Senyawa penting dalam bawang merah lainnya adalah saponin, senyawa ini berperan sebagai antikoagulan dan bisa juga berfungsi sebagai ekspektoran atau mengencerkan dahak.
Sementara itu…
Pada hari Rabu (19/09), di Laboratorium Biologi Dasar Universitas Airlangga,  saya melakukan debut mata kuliah praktikum Biologi Umum dengan topik pertama pengenalan mikroskop, di laboratorium itu saya dikenalkan semua tentang mikroskop binokuler serta bagaimana cara membuat preparat basah yang baik.

Cara membuat irisan bawang merah, ambil bagian yang di tunjuk oleh panah.
Struktur sel Allium cepa, dilihat menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran 100x.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar